Pilih Sesuai Kebutuhan Anda
Pilih Sesuai Kebutuhan Anda
Gratis Domain .com, .net, .org, .web.id, .sch.id, .co.id, .ac.id selama berlangganan minumal 1 tahun dengan kami
Syarat dan Ketentuan untuk mendapatkan domain .id berlaku (klik disini untuk melihat persyaratan)
Cendra Mata “Guci Keramik”
Cendra Mata “Guci Keramik”
Desa Sakok, 2 km dari kota Singkawang, merupakan salah satu lokasi industri keramik dimana masih mempergunakan teknik tradisional. Tungku pembakaran keramik tradisional ini disebut tungku naga karena berbentuk seperti naga. Pabrik keramik pertama di Kalimantan Barat didirikan tahun 1895.
Menurut penelitian para ahli, pembuatan keramik secara tradisional tersebut merupakan salah satu yang tersisa di Asia Tenggara, selain yang ditemukan di Filipina.
Selain memproduksi aneka keramik kreasi baru, produsen keramik Singkawang juga membuat duplikat aneka desain keramik dari zaman kekaisaran Ming.
Motif-motif keramik:
- Tempayan dengan motif naga
- Tempayan dengan motif dewa dan pusaka
- Tempayan dengan motif bunga dan barongsai
- Tempayan lainnya
- Kaki meja dan tempat duduk
Sejarah Meriam Khas Pontianak
Sejarah Meriam Khas Pontianak
Sejarah Permainan Meriam Karbit
Sejarah permainan tradisional warga Pontianak ini tak lepas dari sejarah berdirinya kota Pontianak. Saat berdirinya kota Pontianak tahun 1771. Saat itu pendiri kota Pontianak menembakkan meriam ke arah daratan yang katanya untuk menakuti dan mengusir kuntil anak yang banyak bergentayangan di daratan, tapi kalau menurut saya sih adalah untuk menakuti penduduk asli yang masih berada di tepian hutan….
Nah…untuk memperingati peristiwa ini, penduduk pun membuat meriam-meriam yang terbuat dari batang kayu besar yang disimbolkan sebagai meriam dan menembakkannya ke seberang sungai. Karena menjadi ritual tiap bulan Ramadhan, maka jadilah permainan ini tradisi yang tak terpisahkan dari budaya kota Pontianak.
Bagaimana kah Meriam Karbit ?
Meriam Karbit ini bukanlah meriam yang terbuat dari besi atau yang seperti kita lihat untuk peperangan, tapi hanya meriam yang terbuat dari kayu besar yang berdiameter sekitar 50 cm – 100 cm dan panjang antara 4 – 7 meter, yang dilubangi ditengahnya. Kemudian meriam ini diisi dengan air dan dimasukkanlah karbit sebagai mesiu nya. Karbit yang bereaksi dengan air akan menghasilkan gas yang jika disulut dengan api akan mengakibatkan ledakan. Untuk satu kali permainan paling tidak dibutuhkan sekitar 3-5 ons karbit. Suara ledakannya dapat menggoyangkan bangunan sekitar, bahkan memecahkan kaca-kaca rumah jika jarak antara meriam dengan rumah terlalu dekat.




